catatan nyiT
Minggu, 26 Februari 2017
Minggu, 24 Februari 2013
jutek???? :o
Jutek,
sadis, judes, cuek
Apa
yang ada dibenak kalian tentang kata – kata itu? Mengerikan bukan? Hehehehe
Sejutek
itukah aku hingga muncul dalam benak ku lima huruf itu “jutek” yah entah sejak
zaman apa aku dicap sebagai cewe jutek terutama oleh kaum pria yang baru
mengenal ku hahaha anggap aja itu hiburan hidup. Yah lima huruf yang membuatku
otak ku penuh dengan tanda tanya (ampe over). Aku tak tau kalo aku selama ini
di cap sebgai cewe jutek, itupun karena secara tak sengaja temen zaman purba ku
ehhhh maksudku temen smp lah, secara smp tu entah dah berapa tahun silang (padahal paling baru 5
tahun aku meninggalkan bangku smp). Kembali ketopik awal ehmmmm, yang dia
(cowo) tak sengaja retwitt twitter aku. Yah sejak itu aku jadi tau ternyata
sejak zaman smp aku dah di cap jutek ma dia, mungkin gak cuma dia saja paling
temenku yang lain gak jauh beda hehheheh.
Ehmmmmm
jadi penasaran seJUTEK apakah dulu saat zaman SMP? Yah apakah lebih parah dari
pada sekarang atau parah sekarang? Tapi kok dia yang selama ini gak pernah
bilang ya? Mungkin si bebek takut kali ya? Eh tapikan dia tu juga cuek secuek
es kutup utara upssssst.. . . ..
Ya
biarin saja lah mungkin penilaian dia dan lainnya begitu, tapi kalo aku pikir
yah.....ehmmm mungkin mereka ada benernya juga, secara aku juga punya bukti
yang lumanyan tidak kuat (kayak kasus aja). Tapi abaikan saja itu bukti yang
tidak penting, lagi pula tu bukti juga gak bakal bikin tu si “JUTEK” ilang dari
diri ku, mungkin tu si jutek dah betah kali ya di aku ampe nempel dari zaman
SMP sampai sekarang NGAMPUS. Yaelahhhhh kapan sih si jutek pergi? Mungkin saat
aku berubah kali ya (mang aku bisa berubah kayak di pilm-pilm aja).
Aku
jadi pengen tanya deh ma orang-orang sejutek apakah aku? Atau sesadis apakah
aku? (sesadis afgankah) atau sejudes apakah aku? Kalo aku sadis mang aku dah
pernah ngapain orang coba?(kalo membunuh sih pernah etts tapi membunuh semut
yang mencoba mengambil jatah makan aku lho hehheheheh). Apa aku pernah memukul
orang sampe tu orang babak belur hingga aku di bilang sadis? (maaf ya saya tak
suka kekerasan) jadi mana mungkin kan,
Mungkin
kalo aku murah senyum yang tiap hari senyum kesemua orang yang lewat entah
kenal atau seyum sampai tu gigi kering semua seperti jemuran yang gak diangkat
angkat selama tuju hari hingga kayak keripik, mungkin biar aku gak dibilang
sadis lagi ya? Eh tapi kalo aku senyum mulu entar aku dikiranya orang gila ya
mb? Kan malah jadi gosip baru lagi. Haduh harus gimankah saya wahai manusia
manusia hehehehhehe
Kalo
aku diem mulu dikiranya gak ramah, kalo aku banyak ngomong eh entar dikiranya
crewet, terus yang katanya kalo aku sms tuh sadis. Mang bahasa sms yang gak
satus tu gima ya? Ajarin dong biar gak dibilangin sadis terutama ma cowo cowo
tu yang sering bilang kalo aku tu sadis. Mungkin aku harus sering kasih
senyuman kali ya di tiap kali di ahkir sms biar dikiranya ramah banget (kalo
lagi sedih masak juga kasih senyum) haduhhhhh,
Yah
tapi aku berterima kasih kepada temen ku yang satu itu yang bikin aku jadi tau
kalo aku dimata mu jutek atau apalah sejak zaman SMP hingga saat ini, mungkin
aku harus sering kasih kamu senyum termanis ku yang semanis gulali ini biar
kamu gak ngecap aku jutek heheheh, ^_^
Yah
ku coba berubah (bukan berubah jadi kodok lho), berubah kelebiah baik lagi lebih ramah deh, lebih murah senyum deh,
tapi selama ini gak ada yang sampai sakit hati atau sakit jiwa kan karena
keJUTEKan ku? Terutama kaum kaum wanita dan cowo (kalo bencong gak perlu deh)
kalo ada yang merasa sakit hati karena sikapku ya aku minta maaf (sesakit
apakah hatinya, gak sesakit kalo diPHP’i kan?) upsssst.........
Buat
para cewe yang JUTEk seperti aku tak apalah asal kita merasanyaman hahahaha
(gila bener aku). Sapa tau suatu saat ada pemilihan cewe terJUTEK hahahahha
(bercanda).
Yang
pasti dari lubuk hatiku yang terdalam (sedalam kolam ikan) saya minta maaf kalo
karena sikap JUTEK ku membuat kalian sakit hati ^_^
Kamis, 24 Januari 2013
berahkir
Semua
telah benar benar berakhir, dan itu cukup membuatku lega. Yah mencoba untuk
menerimanya saja, mungkin ini memang yang harus terjadi dalam hidup ku. Meski
aku rasa cobaan ini begitu berat, tapi aku cobauntuk menerimanya. Karena aku
tahu Tuhan masih sayang kepada ku sehingga Tuhan memberiku cobaan ini dalam
hidupku.
Tak
semua orang mendapatkan cobaan yang sama, karena Tuhan tau tak semua orang
punya kemampuan yang sama dalam menghadapi cobaan itu, sehingga Tuhan
memberikan cobaan sesuai batas kemampuannya.
Ada
orang yang bisa dengan tegar menghadapi
semua cobaan itu, namun ada juga yang dengan mudahnya menyerah dalam nenghadapi
cobaan. Jika kita merasa kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan pasti cobaan
itu tak terasa membebani kita, dan sebaliknya.
Seperti
saat kamu mencintai seseorang namun cinta itu tak kan pernah berujung bersama.
Mungkin dalam cinta itu tak kuat dan terlalu banyak membuat seseorang sakit,
sehingga cinta kedua insan manusia tak bisa menjadi satu dalam ikatan hubungan.
Mungkin itu memang jalan yang telah Tuhan gariskan untuk kedua insan yang hanya
mampu saling mencintai namun tak bisa bersama. Dan kita sebagai manusia hanya
mampu berusaha dan berdoa, jika kita sudah berdoa dan berusaha namun tak bisa
kita hanya bisa tersenyum dan menerimanya.
Cinta
itu tak hanya untuk kekasih, cinta tak hanya untuk seseorang pria. Cinta itu
untuk semuanya. Semua orang yang kita kenal. Karena cinta itu berbeda dengan
sayang. Cinta lebih sempit.
Mencintai
dan menyayangi itu harus dengan ketulusan, dan tak bisa kita memaksanya. Kita
tak bisa memaksakan cinta itu kepada seseorang yang tak pernah mencintai kita.
Karena itu hanyalah membuah orang yang kita cintai sakit.
Entah
seberapa sakitnya, karena orang itu yang merasakan. Mana yang akan kamu pilih,
dia yang bersamamu tapi dia terluka, atau tak bersama namun tak menyakiti dia.
Semua yang ada didunia ini memang pilihan dan kita harus memilih. Tak bisa kita
memilih kedua duanya karena itu tak mungkin.
Seperti
cinta ku yang tak berujung dan tak pasti kemana arahnya akan berlabuh. Atau
mungkin karena aku yang terlalu mencintainya hingga aku merasa cinta ini
terlalu membuatku sesak dan membuatku terluka. Jika aku di ijinkan aku ingin
mengungkapannya namun aku tak sanggup. Rasanya terlalu berat dan menyakitkan. Karena
aku akan tau jawabannya, jawaban yang tak pernah aku inginkan. Jawaban yang
membuat ku sakit dan terluka.
Itu
hanya akan membuatku terus menangis, menangisi orang yang tak pernah peka,
orang yang tak punya sikap orang, yang menyebalkan. Aku benci itu.
Memang
benar jika kita mencintai orang yang, itu pasti ada duka dan tawa, yang itu
semua menjadi satu. . .anggap saja itu satu paket yang wajib kita miliki,,,,,
yah mungkin begitu adanya.....antara tawa, tangisan yang terus menghiasi kisah
cinta.
Mungkin
karena aku terlalu lelah atau apa, hingga aku menyerah dalam lingkaran cinta
dan terus selalu berusaha keluar dalam lingkaran itu, lingkaran cinta ini
selalu membuatku terluka. Dan aku semakin rapuh dan tak sanggup lagi untuk
didalamnya.
Dari
hari kehari lingkaran itu terasa semakin membuatku terjerat dan aku semakin
sulit untuk keluar darinya. Serasa semakin mengikat dan serasa menyakitkan, aku
tak lagi sanggup berada dalam satu lingkaran dengannya.
Saat
bersamanya semakin lama aku semakin sesak karena harus terus menahan rasa ini,
semakin membuat ku terus bertahan dalam kesakitan. Yah,,, bengitulah adanya, ,
, mungkin sejak dulu aku harus menguburnya dan menghindar darinya.
Sehingga
aku tak akan terlalu terluka dengan cintaku. . . .aku ingin segera bebas dari kehidupan
yang bersangkutan dengannya. Aku tak ingin bernafas dalam satu lingkup ruang,
aku tak ingin melihat dia dalam jarak dekat ataupun jauh, ,, ,
Secepat
apakah kita dapat mengubur perasaan kita kepada seseorang yang kita cintai, ,
secepat apakah kita dapat melupakannya? Sesakit apakah yang harus kita derita
karenanya? Serumit apakah jalan yang harus kita tempuh karena luka ini?
Selama
kita tak berusaha melepasnya dalam genggaman kita maka semakin sakit kita.
Jika
kita terlalu mencintai maka kita kan semakin terluka, dan luka itu adan
menimbulkan kebencian, namun aku tak tau apa yang aku rasa saat ini adalah
benci? Atau entahlah aku tak tau
Selama
perjalanan dari tahun2012 sampai 2013 yang aku rasa adalah suka, cita, tawa,
duka, sedih, tangis. Dan itu cukup
Tinggal
saat ini aku belajar untuk melupakan dan melupakan. Cukup sampai disini aku
menangisimu....dan itu takkan aku lakukan......
Cukup
sampai disini aku memperjuangkanmu.....dan kini aku mencoba dan harus selamanya
melepaskanmu.....
Semoga
kamu bahagia dengan ia........
Semoga
aku bahagia dengan keputusannku....biar luka ini terus seperti ini dan akan
mengering dan hilang sendiri....
Jangan
pernah kau datang lagi adalam kehidupanku.....
Jangan
pernah kau memberiku harapan harapan palsu.... yang tak berujung
Jangan
pernah kamu menyakiti ia seperti kamu menyakitiku................
Maaf
jika aku pernah membuatmu bimbang. . .. .
Untuk
saat ini aku belum bisa, dan tak sanggup untuk melihatmu, menyapamu, maafkan
atas sikapku. Mungkin sebaiknya kita tak usah berteman dulu dalam dunia nyata
atau pun maya......................
Maaf
karena aku mencintaimu................
Kamis, 06 Desember 2012
feeling ^_*
Awalnya
aku merasa bahagia saat tahu aku akan dengannya. Aku pikir aku bisa lagi
bersama dengan dia. Aku bisa tertawa lagi bersamanya. Aku bisa ngobrol lagi
bersaman. Semuanya terasa indah saat aku membanyangkannya. Itu yang ada
dibenakku saat awal dan begitu indah dan nyata. Aku bersama teman-temannku
sudah membanyangkannya dan rasanya itu akan menjadinyata di hari esok. Sesuatu
yang terlihat menyenangkan.
Namun
saat malam datang, entah mengapa aku tak bisa seceria saat aku dan
teman-temannku membanyangkannya, semua berubah ada sesuatu yang membuatku
mengganjal. Dan sesuatu itu membuatku tak tenang. Aku tak biasa tidur saat
bangun tengah malam, pikiranku entah kemana, aku mulai gelisah yang tak pasti.
Hatiku merasa tak tenang, entah apa yang akan terjadi di hari esok.
Hingga
datanglah waktu pagi, hari yang ditunggu-tunggu yah aku merasa bahagia saat aku
mengingat aku akan bersamanya. Dan saat yang ditunggu-tunggu detik terus
berjalan, menit terus berganti, jam terus berdetak. Aku makin gelisah saat
dimana aku memintanya untuk datang ketempatku, tak satupun sms yang dia balas
dan saat itu aku mulai gelisah. Dan saat dia ditanya lewat telfon dia pun
bingung, dan itu membuatku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan
waktu terus mendekat ke jam, saat itu dia tiba-tiba memberi kabar dia tak bisa,
rasanya seperti ada jarum yang menusuk, kepala kejatuhan batu, semua semakin
membuatku kecewa.
Semua
yang dibanyangkan mulai terasa kabur, semua mulai terasa tak jelas, semua
menjadi gelap yah itu yang aku rasa. Dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba,
dia bersama orang lain, feeling yang aku rasakan selama dijalan ternyata benar.
Dan apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus tertawa, senang, bahagia,
menangis. Dan aku tak tahu rasanya hari ini begitu berat, begitu melelahkan,
begitu menyakitkan seperti tersayat-sayat. Dan itu harus aku jalani dan
tersawaktu tak berputar. Tiba-tiba waktu jam berhenti begitu saja dalam kurun
waktu beberapa detik. Dan saat itu aku tak sadar, aku tak merasakan apa-apa.
Aku hanya seperti bonekah yang diam tak bererak, otakku tak mau berfikir,
nafasku berhenti, jantungku berdetak lebih keras.
Hingga
aku menyadarinya dan aku aku sadar dari semua lamunan, dari semua kenyataan
yang menyakitkan ini, dan dia tersenyum, senyum yang membuatku sakit, membuatku
kecewa, membuatku perih. Terlihat begitu kompak mereka, begitu serasi mereka
dan itu membuatku semakin perih. Aku merasa tak kuat lagi melihatnya. Melihat
mereka bersama, rasanya hidup tak adil, aku harus merasakan sesakit ini dan
mereka berdua tertawa bersama. Aku tak bisa berbuat apa-apa, ingin rasanya aku
pergi dari hadapan mereka, melepaskan rasa kekesalanku berteriak sekencang
kencangnya, menangis sekeras-kerasnya. Tapi aku tak punya daya, aku tetap harus
melihat mereka bersama sepanjang detik, setiap meniat, setiap perputaran jarum
jam.
Aku
harus mencoba tegar dihadapan semua orang, semua teman-teman kalau aku tak
apa-apa, namun semua hanya sirna dalam waktu sekejab. Aku tak sanggup lagi,
semua pertahanku patah, aku hanya bisa menangis rasa kekecewaanku benar-benar
telah memuncak, dan aku hanya biasa menangis dan terus menangis. Entah berapa
lama aku nenangis, entah seberapa banyak air mataku keluar untuknya. Entah
seberapa tetesan air mata itu yang membasahi temanku, aku tak mapu berfikir
jernih.
Kehidupanku
terasa gelap, semua menjadi tak pasti, semua menjadi menyakitkan. Dan saat tiba
hati ku semakin terluka, terluka melihat mereka bersama, melihat kemesraan
mereka dan itu semakin membuatku terluka. Aku hanya bisa melihat dan mengeluarkan
air mata semua semakin nyata dan menyakitkan.
Hatiku
benar-benar telah menjadi kepingan an rapuh, dengan setia temanku memberi
kekuatan, tapi kekuatan itu terasa tak ada gunanya detik demi detik, menit
terus berganti, rasanya semakin perih. Dan temanku terus memberi kekuatan agar
aku tegar, agar aku kuat, dan bersikap selayaknya. Dan aku mencobanya dengan
senyuman meti hati terasa berat dan menyakitkan.
Waktu
berputar serasa lambat dan semakin lambat, rasa sakit mulai tumbuh lagi saat
melihat mereka bersama, melihat kemesraan mereka. Hati semakin perih, air mata
mulai tumbuh tapi aku harus kuat, aku tak boleh lemah dihadapan semuanya.
Untung saja temanku selalu setia disampingku entah apa yang terjadi kalo dia
tak ada. Mungkin aku hanya akan membuang air mataku secara Cuma-Cuma untuk
mereka.
Dan
saat yang ditunggu-tunggu tiba, saat yang aku banyangkan sejenak, aku merasa
semakin canggung denganya semakin asing dengannya. Dia tak sengaja duduk di
sampingku dan aku hanya bisa mencoba menguatkan diri dan cewe itu juga duduk
disampingku dan aku hanya mencoba tersenyum.
Pandangan
mata wanita itu tersa menusuk hati yang dikatakan orang lain kepadaku, namun
aku tak pernah merasa sadar karena aku selalu berusaha menghindari kontak mata
secara langsung dengannya. Mungkin wanita tau, mungkin wanita itu menyadarinya.
Kamis, 29 Maret 2012
distribusi uniform
1. Distribusi Uniform
Diskrit
Definisi 6.1: Suatu variabel random diskrit X, ditulis X ~ DU(N), disebut mempunyai distribusi Uniform
Diskrit, jika dan hanya jika fungsi probabilitasnya berbentuk
f(x)
=
; x = 1, 2, …, N, dengan xi ¹ xj untuk i ¹ j.
Teorema 6.2: Jika X
berdistribusi Uniform Diskrit, X ~
DU(N), maka
(a) m =
(b) s2 =
(c) Mx(t) = 
2. Distribusi Uniform kontinu
Definisi 6.14: Jika X suatu variabel random kontinu pada
interval (a, b), dengan pdf f(x) =
untuk x
Î (a, b), dan nol untuk x yang lain, maka X disebut variabel random berdistribusi uniform pada interval (a, b).
Teorema 6.15: Jika X ~ UNIF(a, b), maka mean,
variansi, dan MGF adalah
m
= (a + b)/2, s2 =
, dan Mx(t) =
, t ¹ 0
Langganan:
Postingan (Atom)
