Halaman

Kamis, 24 Januari 2013

berahkir


Semua telah benar benar berakhir, dan itu cukup membuatku lega. Yah mencoba untuk menerimanya saja, mungkin ini memang yang harus terjadi dalam hidup ku. Meski aku rasa cobaan ini begitu berat, tapi aku cobauntuk menerimanya. Karena aku tahu Tuhan masih sayang kepada ku sehingga Tuhan memberiku cobaan ini dalam hidupku.
Tak semua orang mendapatkan cobaan yang sama, karena Tuhan tau tak semua orang punya kemampuan yang sama dalam menghadapi cobaan itu, sehingga Tuhan memberikan cobaan sesuai batas kemampuannya.
Ada orang yang  bisa dengan tegar menghadapi semua cobaan itu, namun ada juga yang dengan mudahnya menyerah dalam nenghadapi cobaan. Jika kita merasa kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan pasti cobaan itu tak terasa membebani kita, dan sebaliknya.
Seperti saat kamu mencintai seseorang namun cinta itu tak kan pernah berujung bersama. Mungkin dalam cinta itu tak kuat dan terlalu banyak membuat seseorang sakit, sehingga cinta kedua insan manusia tak bisa menjadi satu dalam ikatan hubungan. Mungkin itu memang jalan yang telah Tuhan gariskan untuk kedua insan yang hanya mampu saling mencintai namun tak bisa bersama. Dan kita sebagai manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, jika kita sudah berdoa dan berusaha namun tak bisa kita hanya bisa tersenyum dan menerimanya.
Cinta itu tak hanya untuk kekasih, cinta tak hanya untuk seseorang pria. Cinta itu untuk semuanya. Semua orang yang kita kenal. Karena cinta itu berbeda dengan sayang. Cinta lebih sempit.
Mencintai dan menyayangi itu harus dengan ketulusan, dan tak bisa kita memaksanya. Kita tak bisa memaksakan cinta itu kepada seseorang yang tak pernah mencintai kita. Karena itu hanyalah membuah orang yang kita cintai sakit.
Entah seberapa sakitnya, karena orang itu yang merasakan. Mana yang akan kamu pilih, dia yang bersamamu tapi dia terluka, atau tak bersama namun tak menyakiti dia. Semua yang ada didunia ini memang pilihan dan kita harus memilih. Tak bisa kita memilih kedua duanya karena itu tak mungkin.
Seperti cinta ku yang tak berujung dan tak pasti kemana arahnya akan berlabuh. Atau mungkin karena aku yang terlalu mencintainya hingga aku merasa cinta ini terlalu membuatku sesak dan membuatku terluka. Jika aku di ijinkan aku ingin mengungkapannya namun aku tak sanggup. Rasanya terlalu berat dan menyakitkan. Karena aku akan tau jawabannya, jawaban yang tak pernah aku inginkan. Jawaban yang membuat ku sakit dan terluka.
Itu hanya akan membuatku terus menangis, menangisi orang yang tak pernah peka, orang yang tak punya sikap orang, yang menyebalkan. Aku benci itu.
Memang benar jika kita mencintai orang yang, itu pasti ada duka dan tawa, yang itu semua menjadi satu. . .anggap saja itu satu paket yang wajib kita miliki,,,,, yah mungkin begitu adanya.....antara tawa, tangisan yang terus menghiasi kisah cinta.
Mungkin karena aku terlalu lelah atau apa, hingga aku menyerah dalam lingkaran cinta dan terus selalu berusaha keluar dalam lingkaran itu, lingkaran cinta ini selalu membuatku terluka. Dan aku semakin rapuh dan tak sanggup lagi untuk didalamnya.
Dari hari kehari lingkaran itu terasa semakin membuatku terjerat dan aku semakin sulit untuk keluar darinya. Serasa semakin mengikat dan serasa menyakitkan, aku tak lagi sanggup berada dalam satu lingkaran dengannya.
Saat bersamanya semakin lama aku semakin sesak karena harus terus menahan rasa ini, semakin membuat ku terus bertahan dalam kesakitan. Yah,,, bengitulah adanya, , , mungkin sejak dulu aku harus menguburnya dan menghindar darinya.
Sehingga aku tak akan terlalu terluka dengan cintaku. . . .aku ingin segera bebas dari kehidupan yang bersangkutan dengannya. Aku tak ingin bernafas dalam satu lingkup ruang, aku tak ingin melihat dia dalam jarak dekat ataupun jauh, ,, ,
Secepat apakah kita dapat mengubur perasaan kita kepada seseorang yang kita cintai, , secepat apakah kita dapat melupakannya? Sesakit apakah yang harus kita derita karenanya? Serumit apakah jalan yang harus kita tempuh karena luka ini?
Selama kita tak berusaha melepasnya dalam genggaman kita maka semakin sakit kita.
Jika kita terlalu mencintai maka kita kan semakin terluka, dan luka itu adan menimbulkan kebencian, namun aku tak tau apa yang aku rasa saat ini adalah benci? Atau entahlah aku tak tau
Selama perjalanan dari tahun2012 sampai 2013 yang aku rasa adalah suka, cita, tawa, duka, sedih, tangis. Dan itu cukup
Tinggal saat ini aku belajar untuk melupakan dan melupakan. Cukup sampai disini aku menangisimu....dan itu takkan aku lakukan......
Cukup sampai disini aku memperjuangkanmu.....dan kini aku mencoba dan harus selamanya melepaskanmu.....
Semoga kamu bahagia dengan ia........
Semoga aku bahagia dengan keputusannku....biar luka ini terus seperti ini dan akan mengering dan hilang sendiri....
Jangan pernah kau datang lagi adalam kehidupanku.....
Jangan pernah kau memberiku harapan harapan palsu.... yang tak berujung
Jangan pernah kamu menyakiti ia seperti kamu menyakitiku................
Maaf jika aku pernah membuatmu bimbang. . .. .
Untuk saat ini aku belum bisa, dan tak sanggup untuk melihatmu, menyapamu, maafkan atas sikapku. Mungkin sebaiknya kita tak usah berteman dulu dalam dunia nyata atau pun maya......................
Maaf karena aku mencintaimu................