Semua
telah benar benar berakhir, dan itu cukup membuatku lega. Yah mencoba untuk
menerimanya saja, mungkin ini memang yang harus terjadi dalam hidup ku. Meski
aku rasa cobaan ini begitu berat, tapi aku cobauntuk menerimanya. Karena aku
tahu Tuhan masih sayang kepada ku sehingga Tuhan memberiku cobaan ini dalam
hidupku.
Tak
semua orang mendapatkan cobaan yang sama, karena Tuhan tau tak semua orang
punya kemampuan yang sama dalam menghadapi cobaan itu, sehingga Tuhan
memberikan cobaan sesuai batas kemampuannya.
Ada
orang yang bisa dengan tegar menghadapi
semua cobaan itu, namun ada juga yang dengan mudahnya menyerah dalam nenghadapi
cobaan. Jika kita merasa kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan pasti cobaan
itu tak terasa membebani kita, dan sebaliknya.
Seperti
saat kamu mencintai seseorang namun cinta itu tak kan pernah berujung bersama.
Mungkin dalam cinta itu tak kuat dan terlalu banyak membuat seseorang sakit,
sehingga cinta kedua insan manusia tak bisa menjadi satu dalam ikatan hubungan.
Mungkin itu memang jalan yang telah Tuhan gariskan untuk kedua insan yang hanya
mampu saling mencintai namun tak bisa bersama. Dan kita sebagai manusia hanya
mampu berusaha dan berdoa, jika kita sudah berdoa dan berusaha namun tak bisa
kita hanya bisa tersenyum dan menerimanya.
Cinta
itu tak hanya untuk kekasih, cinta tak hanya untuk seseorang pria. Cinta itu
untuk semuanya. Semua orang yang kita kenal. Karena cinta itu berbeda dengan
sayang. Cinta lebih sempit.
Mencintai
dan menyayangi itu harus dengan ketulusan, dan tak bisa kita memaksanya. Kita
tak bisa memaksakan cinta itu kepada seseorang yang tak pernah mencintai kita.
Karena itu hanyalah membuah orang yang kita cintai sakit.
Entah
seberapa sakitnya, karena orang itu yang merasakan. Mana yang akan kamu pilih,
dia yang bersamamu tapi dia terluka, atau tak bersama namun tak menyakiti dia.
Semua yang ada didunia ini memang pilihan dan kita harus memilih. Tak bisa kita
memilih kedua duanya karena itu tak mungkin.
Seperti
cinta ku yang tak berujung dan tak pasti kemana arahnya akan berlabuh. Atau
mungkin karena aku yang terlalu mencintainya hingga aku merasa cinta ini
terlalu membuatku sesak dan membuatku terluka. Jika aku di ijinkan aku ingin
mengungkapannya namun aku tak sanggup. Rasanya terlalu berat dan menyakitkan. Karena
aku akan tau jawabannya, jawaban yang tak pernah aku inginkan. Jawaban yang
membuat ku sakit dan terluka.
Itu
hanya akan membuatku terus menangis, menangisi orang yang tak pernah peka,
orang yang tak punya sikap orang, yang menyebalkan. Aku benci itu.
Memang
benar jika kita mencintai orang yang, itu pasti ada duka dan tawa, yang itu
semua menjadi satu. . .anggap saja itu satu paket yang wajib kita miliki,,,,,
yah mungkin begitu adanya.....antara tawa, tangisan yang terus menghiasi kisah
cinta.
Mungkin
karena aku terlalu lelah atau apa, hingga aku menyerah dalam lingkaran cinta
dan terus selalu berusaha keluar dalam lingkaran itu, lingkaran cinta ini
selalu membuatku terluka. Dan aku semakin rapuh dan tak sanggup lagi untuk
didalamnya.
Dari
hari kehari lingkaran itu terasa semakin membuatku terjerat dan aku semakin
sulit untuk keluar darinya. Serasa semakin mengikat dan serasa menyakitkan, aku
tak lagi sanggup berada dalam satu lingkaran dengannya.
Saat
bersamanya semakin lama aku semakin sesak karena harus terus menahan rasa ini,
semakin membuat ku terus bertahan dalam kesakitan. Yah,,, bengitulah adanya, ,
, mungkin sejak dulu aku harus menguburnya dan menghindar darinya.
Sehingga
aku tak akan terlalu terluka dengan cintaku. . . .aku ingin segera bebas dari kehidupan
yang bersangkutan dengannya. Aku tak ingin bernafas dalam satu lingkup ruang,
aku tak ingin melihat dia dalam jarak dekat ataupun jauh, ,, ,
Secepat
apakah kita dapat mengubur perasaan kita kepada seseorang yang kita cintai, ,
secepat apakah kita dapat melupakannya? Sesakit apakah yang harus kita derita
karenanya? Serumit apakah jalan yang harus kita tempuh karena luka ini?
Selama
kita tak berusaha melepasnya dalam genggaman kita maka semakin sakit kita.
Jika
kita terlalu mencintai maka kita kan semakin terluka, dan luka itu adan
menimbulkan kebencian, namun aku tak tau apa yang aku rasa saat ini adalah
benci? Atau entahlah aku tak tau
Selama
perjalanan dari tahun2012 sampai 2013 yang aku rasa adalah suka, cita, tawa,
duka, sedih, tangis. Dan itu cukup
Tinggal
saat ini aku belajar untuk melupakan dan melupakan. Cukup sampai disini aku
menangisimu....dan itu takkan aku lakukan......
Cukup
sampai disini aku memperjuangkanmu.....dan kini aku mencoba dan harus selamanya
melepaskanmu.....
Semoga
kamu bahagia dengan ia........
Semoga
aku bahagia dengan keputusannku....biar luka ini terus seperti ini dan akan
mengering dan hilang sendiri....
Jangan
pernah kau datang lagi adalam kehidupanku.....
Jangan
pernah kau memberiku harapan harapan palsu.... yang tak berujung
Jangan
pernah kamu menyakiti ia seperti kamu menyakitiku................
Maaf
jika aku pernah membuatmu bimbang. . .. .
Untuk
saat ini aku belum bisa, dan tak sanggup untuk melihatmu, menyapamu, maafkan
atas sikapku. Mungkin sebaiknya kita tak usah berteman dulu dalam dunia nyata
atau pun maya......................
Maaf
karena aku mencintaimu................