Halaman

Minggu, 24 Februari 2013

jutek???? :o


Jutek, sadis, judes, cuek
Apa yang ada dibenak kalian tentang kata – kata itu? Mengerikan bukan? Hehehehe
Sejutek itukah aku hingga muncul dalam benak ku lima huruf itu “jutek” yah entah sejak zaman apa aku dicap sebagai cewe jutek terutama oleh kaum pria yang baru mengenal ku hahaha anggap aja itu hiburan hidup. Yah lima huruf yang membuatku otak ku penuh dengan tanda tanya (ampe over). Aku tak tau kalo aku selama ini di cap sebgai cewe jutek, itupun karena secara tak sengaja temen zaman purba ku ehhhh maksudku temen smp lah, secara smp tu entah dah  berapa tahun silang (padahal paling baru 5 tahun aku meninggalkan bangku smp). Kembali ketopik awal ehmmmm, yang dia (cowo) tak sengaja retwitt twitter aku. Yah sejak itu aku jadi tau ternyata sejak zaman smp aku dah di cap jutek ma dia, mungkin gak cuma dia saja paling temenku yang lain gak jauh beda hehheheh.
Ehmmmmm jadi penasaran seJUTEK apakah dulu saat zaman SMP? Yah apakah lebih parah dari pada sekarang atau parah sekarang? Tapi kok dia yang selama ini gak pernah bilang ya? Mungkin si bebek takut kali ya? Eh tapikan dia tu juga cuek secuek es kutup utara upssssst.. . . ..
Ya biarin saja lah mungkin penilaian dia dan lainnya begitu, tapi kalo aku pikir yah.....ehmmm mungkin mereka ada benernya juga, secara aku juga punya bukti yang lumanyan tidak kuat (kayak kasus aja). Tapi abaikan saja itu bukti yang tidak penting, lagi pula tu bukti juga gak bakal bikin tu si “JUTEK” ilang dari diri ku, mungkin tu si jutek dah betah kali ya di aku ampe nempel dari zaman SMP sampai sekarang NGAMPUS. Yaelahhhhh kapan sih si jutek pergi? Mungkin saat aku berubah kali ya (mang aku bisa berubah kayak di pilm-pilm aja).
Aku jadi pengen tanya deh ma orang-orang sejutek apakah aku? Atau sesadis apakah aku? (sesadis afgankah) atau sejudes apakah aku? Kalo aku sadis mang aku dah pernah ngapain orang coba?(kalo membunuh sih pernah etts tapi membunuh semut yang mencoba mengambil jatah makan aku lho hehheheheh). Apa aku pernah memukul orang sampe tu orang babak belur hingga aku di bilang sadis? (maaf ya saya tak suka kekerasan) jadi mana mungkin kan,
Mungkin kalo aku murah senyum yang tiap hari senyum kesemua orang yang lewat entah kenal atau seyum sampai tu gigi kering semua seperti jemuran yang gak diangkat angkat selama tuju hari hingga kayak keripik, mungkin biar aku gak dibilang sadis lagi ya? Eh tapi kalo aku senyum mulu entar aku dikiranya orang gila ya mb? Kan malah jadi gosip baru lagi. Haduh harus gimankah saya wahai manusia manusia hehehehhehe
Kalo aku diem mulu dikiranya gak ramah, kalo aku banyak ngomong eh entar dikiranya crewet, terus yang katanya kalo aku sms tuh sadis. Mang bahasa sms yang gak satus tu gima ya? Ajarin dong biar gak dibilangin sadis terutama ma cowo cowo tu yang sering bilang kalo aku tu sadis. Mungkin aku harus sering kasih senyuman kali ya di tiap kali di ahkir sms biar dikiranya ramah banget (kalo lagi sedih masak juga kasih senyum) haduhhhhh,
Yah tapi aku berterima kasih kepada temen ku yang satu itu yang bikin aku jadi tau kalo aku dimata mu jutek atau apalah sejak zaman SMP hingga saat ini, mungkin aku harus sering kasih kamu senyum termanis ku yang semanis gulali ini biar kamu gak ngecap aku jutek heheheh, ^_^
Yah ku coba berubah (bukan berubah jadi kodok lho), berubah kelebiah baik  lagi lebih ramah deh, lebih murah senyum deh, tapi selama ini gak ada yang sampai sakit hati atau sakit jiwa kan karena keJUTEKan ku? Terutama kaum kaum wanita dan cowo (kalo bencong gak perlu deh) kalo ada yang merasa sakit hati karena sikapku ya aku minta maaf (sesakit apakah hatinya, gak sesakit kalo diPHP’i kan?) upsssst.........
Buat para cewe yang JUTEk seperti aku tak apalah asal kita merasanyaman hahahaha (gila bener aku). Sapa tau suatu saat ada pemilihan cewe terJUTEK hahahahha (bercanda).
Yang pasti dari lubuk hatiku yang terdalam (sedalam kolam ikan) saya minta maaf kalo karena sikap JUTEK ku membuat kalian sakit hati ^_^

Kamis, 24 Januari 2013

berahkir


Semua telah benar benar berakhir, dan itu cukup membuatku lega. Yah mencoba untuk menerimanya saja, mungkin ini memang yang harus terjadi dalam hidup ku. Meski aku rasa cobaan ini begitu berat, tapi aku cobauntuk menerimanya. Karena aku tahu Tuhan masih sayang kepada ku sehingga Tuhan memberiku cobaan ini dalam hidupku.
Tak semua orang mendapatkan cobaan yang sama, karena Tuhan tau tak semua orang punya kemampuan yang sama dalam menghadapi cobaan itu, sehingga Tuhan memberikan cobaan sesuai batas kemampuannya.
Ada orang yang  bisa dengan tegar menghadapi semua cobaan itu, namun ada juga yang dengan mudahnya menyerah dalam nenghadapi cobaan. Jika kita merasa kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan pasti cobaan itu tak terasa membebani kita, dan sebaliknya.
Seperti saat kamu mencintai seseorang namun cinta itu tak kan pernah berujung bersama. Mungkin dalam cinta itu tak kuat dan terlalu banyak membuat seseorang sakit, sehingga cinta kedua insan manusia tak bisa menjadi satu dalam ikatan hubungan. Mungkin itu memang jalan yang telah Tuhan gariskan untuk kedua insan yang hanya mampu saling mencintai namun tak bisa bersama. Dan kita sebagai manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, jika kita sudah berdoa dan berusaha namun tak bisa kita hanya bisa tersenyum dan menerimanya.
Cinta itu tak hanya untuk kekasih, cinta tak hanya untuk seseorang pria. Cinta itu untuk semuanya. Semua orang yang kita kenal. Karena cinta itu berbeda dengan sayang. Cinta lebih sempit.
Mencintai dan menyayangi itu harus dengan ketulusan, dan tak bisa kita memaksanya. Kita tak bisa memaksakan cinta itu kepada seseorang yang tak pernah mencintai kita. Karena itu hanyalah membuah orang yang kita cintai sakit.
Entah seberapa sakitnya, karena orang itu yang merasakan. Mana yang akan kamu pilih, dia yang bersamamu tapi dia terluka, atau tak bersama namun tak menyakiti dia. Semua yang ada didunia ini memang pilihan dan kita harus memilih. Tak bisa kita memilih kedua duanya karena itu tak mungkin.
Seperti cinta ku yang tak berujung dan tak pasti kemana arahnya akan berlabuh. Atau mungkin karena aku yang terlalu mencintainya hingga aku merasa cinta ini terlalu membuatku sesak dan membuatku terluka. Jika aku di ijinkan aku ingin mengungkapannya namun aku tak sanggup. Rasanya terlalu berat dan menyakitkan. Karena aku akan tau jawabannya, jawaban yang tak pernah aku inginkan. Jawaban yang membuat ku sakit dan terluka.
Itu hanya akan membuatku terus menangis, menangisi orang yang tak pernah peka, orang yang tak punya sikap orang, yang menyebalkan. Aku benci itu.
Memang benar jika kita mencintai orang yang, itu pasti ada duka dan tawa, yang itu semua menjadi satu. . .anggap saja itu satu paket yang wajib kita miliki,,,,, yah mungkin begitu adanya.....antara tawa, tangisan yang terus menghiasi kisah cinta.
Mungkin karena aku terlalu lelah atau apa, hingga aku menyerah dalam lingkaran cinta dan terus selalu berusaha keluar dalam lingkaran itu, lingkaran cinta ini selalu membuatku terluka. Dan aku semakin rapuh dan tak sanggup lagi untuk didalamnya.
Dari hari kehari lingkaran itu terasa semakin membuatku terjerat dan aku semakin sulit untuk keluar darinya. Serasa semakin mengikat dan serasa menyakitkan, aku tak lagi sanggup berada dalam satu lingkaran dengannya.
Saat bersamanya semakin lama aku semakin sesak karena harus terus menahan rasa ini, semakin membuat ku terus bertahan dalam kesakitan. Yah,,, bengitulah adanya, , , mungkin sejak dulu aku harus menguburnya dan menghindar darinya.
Sehingga aku tak akan terlalu terluka dengan cintaku. . . .aku ingin segera bebas dari kehidupan yang bersangkutan dengannya. Aku tak ingin bernafas dalam satu lingkup ruang, aku tak ingin melihat dia dalam jarak dekat ataupun jauh, ,, ,
Secepat apakah kita dapat mengubur perasaan kita kepada seseorang yang kita cintai, , secepat apakah kita dapat melupakannya? Sesakit apakah yang harus kita derita karenanya? Serumit apakah jalan yang harus kita tempuh karena luka ini?
Selama kita tak berusaha melepasnya dalam genggaman kita maka semakin sakit kita.
Jika kita terlalu mencintai maka kita kan semakin terluka, dan luka itu adan menimbulkan kebencian, namun aku tak tau apa yang aku rasa saat ini adalah benci? Atau entahlah aku tak tau
Selama perjalanan dari tahun2012 sampai 2013 yang aku rasa adalah suka, cita, tawa, duka, sedih, tangis. Dan itu cukup
Tinggal saat ini aku belajar untuk melupakan dan melupakan. Cukup sampai disini aku menangisimu....dan itu takkan aku lakukan......
Cukup sampai disini aku memperjuangkanmu.....dan kini aku mencoba dan harus selamanya melepaskanmu.....
Semoga kamu bahagia dengan ia........
Semoga aku bahagia dengan keputusannku....biar luka ini terus seperti ini dan akan mengering dan hilang sendiri....
Jangan pernah kau datang lagi adalam kehidupanku.....
Jangan pernah kau memberiku harapan harapan palsu.... yang tak berujung
Jangan pernah kamu menyakiti ia seperti kamu menyakitiku................
Maaf jika aku pernah membuatmu bimbang. . .. .
Untuk saat ini aku belum bisa, dan tak sanggup untuk melihatmu, menyapamu, maafkan atas sikapku. Mungkin sebaiknya kita tak usah berteman dulu dalam dunia nyata atau pun maya......................
Maaf karena aku mencintaimu................